Posted on Sun, 02 Nov 2008
Bahasa Indonesia

Kenali Siapa Anda di Dalam Kristus

Know Who You Are In Christ

Kenali Siapa Anda di Dalam Kristus

Allah membebaskan umat Israel dari perbudakan di Mesir supaya umat Israel dapat pergi beribadah kepada-Nya. Dia memisahkan umat Israel sebagai harta kesayangan-Nya, milik-Nya pribadi. Betapa luar biasanya!!! Allah yang memiliki seluruh bumi dan isinya menjadikan umat Israel kerajaan imam dan bangsa yang kudus, yang dipisahkan khusus bagi Dia.

Kita adalah bangsa Israel rohani. Ketika kita lahir baru, kita meninggalkan Mesir (lambang dunia yang gelap) untuk menjadi harta kesayangan-Nya. Kita menjadi bagi-Nya kerajaan imam dan bangsa yang kudus.

Sebagai harta kesayangan-Nya, kita diperlakukan berbeda dari bangsa lain. “Sebab Aku akan mengadakan perbedaan antara umat-Ku dan bangsamu” (Keluaran 8:23). Tanah Gosyen adalah tempat di mana orang Israel tinggal dan mereka diluputkan dari tulah yang Tuhan kirim ke Mesir (Keluaran 8:22 & 9:26). Bahkan TUHAN membuat perbedaan antara ternak orang Israel dan ternak orang Mesir (Keluaran 9:3-4). Oleh karena itu tidak ada umat Tuhan yang bisa kalah atau gagal jika kita mengenal siapa kita di dalam Kristus.

Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan TUHAN berseru dari gunung itu kepadanya: “Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.
- Keluaran 19:3-6

Melalui Yesus Kristus, kita menjadi pewaris Allah yang turut ambil bagian dalam perjanjian antara Allah dengan Abraham. Dan karena Tuhan adalah empunya seluruh bumi, maka kita pun ditetapkan untuk memiliki dunia. Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. – Roma 4:13.

Pujian-pujian: bukti perjanjian dengan-Nya

Puji-pujian kita kepada Tuhan adalah bukti bahwa kita adalah umat perjanjian darah-Nya. Tiap kali kita memuji Dia, kita sedang memperbaharui perjanjian kita dengan Tuhan. Jika kita tidak memuji-Nya, berarti kita sedang melanggar perjanjian kita dengan-Nya, dan kita sedang melepaskan perjanjian dengan Allah. Akibatnya, kita tidak akan mengalami terobosan atau berkat yang sudah Dia janjikan kepada kita.

Karena itu, jangan berdoa hanya pada saat krisis. Kita berdoa, memuji dan menyembah Tuhan sebagai gaya hidup, dalam segala keadaan. Hiduplah sebagai kerajaan imam-Nya, sebagai bangsa-Nya yang kudus, yang menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran.

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
- Yohanes 4:23.

Pujian adalah kemenangan

Tuhan menetapkan kita sebagai imam bagi-Nya. Seorang imam selalu membangun takhta bagi Allah di manapun dan di tengah kondisi apapun. Ketika kita membangun takhta-Nya dengan pujian, Tuhan hadir. Dan ketika Tuhan hadir, musuh-musuh-Nya terserak.

Setiap pemenang di Alkitab adalah penyembah dalam roh dan kebenaran:

- Ayub adalah seorang imam. Dia selalu mempersembahkan korban bakaran, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Orang benar selalu membuat hadirat Allah turun di rumahnya.

- Daud adalah imam. Sebelum maju berperang, dia selalu mempersembahkan korban bakaran dan berkonsultasi dengan Tuhan. Di tengah kesukaran dan penganiayaan, dia selalu memuji dan menyembah Tuhan.

- Ratu Ester adalah seorang imam. Ketika Haman mengajukan proposal untuk melenyapkan segenap bangsa Yahudi di Persia, Ester menyembah Tuhan dan berdoa puasa. Dia mendekat kepada Tuhan untuk mendapatkan solusi dari dilemanya.

- Daniel adalah penyembah yang taat dan setia. Sekalipun ia didakwa dengan tidak adil oleh orang-orang yang iri hati terhadapnya, tetapi Daniel tidak bercela, kecuali dalam hal ibadah kepada Allahnya. Walaupun diancam hukuman dilempar ke gua singa, Daniel tetap menyembah Tuhan …..tiga hari sekali ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dia lakukan. – Daniel 6:11. Ini menyebabkan dia dilempar ke gua singa. Tetapi Tuhan menyatakan kuasa-Nya yang besar dan meluputkannya dari maut.

Perjanjian darah antara Allah dan Abraham adalah perjanjian kemakmuran

Kita masuk ke dalam perjanjian dengan Tuhan tanpa membawa apa-apa selain diri kita yang berdosa, gagal, kepahitan, kecewa. Tetapi Tuhan yang  empunya seluruh bumi, bersedia mengikat perjanjian dengan kita. Oleh karena itu kita harus mengenali identitas kita dalam Kristus agar kita bisa klaim bagian perjanjian kita dan menerima apa yang sudah Tuhan sediakan bagi kita.

Perjanjian kita dengan Tuhan adalah perjanjian kemakmuran, perjanjian yang menurunkan berkat dan kekayaan kepada kita. Tuhan menyuruh bangsa Israel meminta harta kekayaan dari orang Mesir, sehingga mereka keluar dari Mesir dengan kekayaan yang berlimpah-limpah, bukan dengan tangan kosong.

Kehendak Tuhan agar setiap orang percaya hidup dalam kelimpahan. “...Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” – Yohanes 10:10. Sebaliknya, setan suka kalau kita miskin, supaya kita tidak bisa melakukan pekerjaan Tuhan di bumi. Namun, melalui Yesus Kristus, kita menjadi harta kesayangan-Nya, menjadi bagi-Nya kerajaan imam dan bangsa yang kudus, yang diperlakukan berbeda dari bangsa lain.

Seperti Abraham percaya dan meletakkan imannya pada janji Tuhan, demikian pula kita harus mengenal dan memeluk identitas kita di dalam Kristus serta mengambil partisipasi penuh dalam perjanjian kita dengan-Nya sehingga tidak peduli apapun yang kita hadapi dalam hidup ini, kita dapat keluar lebih dari  pemenang. Haleluya!!

Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -- seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” --di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”
- Roma 4:16-18

God freed the Israelites from slavery in Egypt so they could go and worship Him. He set apart the Israelites as His own peculiar possession, as His own. How wonderful! God who owns the whole world and its contents made the Israelites as a kingdom of priests and a holy nation, consecrated and set apart for Him.

We are Israelites spiritually. When we are born again, we leave Egypt (symbol of darkness in the world) to be His treasured possession. We become for Him a kingdom of priests and a holy nation.

As His peculiar possession, we are treated differently from other nations. “And I will put a division and a sign of deliverance between My people and your people. By tomorrow shall this sign be in evidence” (Exodus 8:23). The land of Goshen was where the Israelites dwelled and they were excepted from the plagues that God sent to Egypt (Exodus 8:22 & 9:26). God even made a distinction between the livestock of Israel and the livestock of Egypt (Exodus 9:3-4). Therefore none of us can fail or be defeated if we know who we are in Christ.

And Moses went up to God, and the Lord called to him out of the mountain. Say this to the house of Jacob and tell the Israelites: You have seen what I did to the Egyptians, and how I bore you on eagles’ wings and brought you to Myself. Now therefore, if you will obey My voice in truth and keep My covenant, then you shall be My own peculiar possession and treasure from among and above all peoples; for all the earth is Mine. And you shall be to Me a kingdom of priests, a holy nation [consecrated, set apart to the worship of God]. These are the words you shall speak to the Israelites.
- Exodus 19:3-6

Through Jesus Christ, we have become heirs of God that partake of the covenant between God and Abraham. And because God is the owner of all the world, thus we too are set to own the world. “For the promise that he would be the heir of the world was not to Abraham or to his seed through the Law, but through the righteousness of faith.” –Romans 4:13

Praise: proof of our covenant with Him

Our praises to God are proof that we are the people of His blood covenant. Everytime we praise Him, we are renewing our covenant with God. Not praising Him means that we are breaking our covenant with Him, that we are letting go of our covenant wih God. As a result, we will not experience the breakthroughs or the blessings He has promised.

Therefore do not only pray during crisis time. Praying, praising, and worshiping God at all times is a lifestyle. Let us live as His Kingdom of priests, as His holy nation that worship Him in spirit and in truth.

A time will come, however, indeed it is already here, when the true worshipers will worship the Father in spirit and in turth; for the Father is seeking just such people as these as His worshipers.
- John 4:23

Praise is victory

God has set us as priests to Him. A priest always builds God’s throne wherever he is and in whatever condition he is in. When we build His throne by our praises, God is present. And when God is present, His enemies are scattered.

Every winner in the Bible is a worshiper in spirit and in truth:

- Job was a priest. He regularly offered burnt offerings to God, for he said: “It may be that my sons have sinned and cursed God in their hearts.” The righteous always desire God’s presence in their households.

- David was a priest. He always offered burnt offerings to God and consulted Him before going to war. In the midst of hardships and persecution, he always praised and worshiped God.

- Queen Esther was a priest. When Haman proposed to annihilate all the Jews in Persia, Esther worshiped God, she fasted and prayed. She drew closer to God to solve the dilemma she was facing.

- Daniel was an obedient and loyal worshiper. Those envious of him tried to find some charge of fault against him concerning the kingdom. However they did not find any charge against Daniel unless they found it against him concerning the law of his God. Despite of the threat that he would be sent to a den of lions, Daniel continued to pray to God. …he knelt down on his knees three times a day and prayed and gave thanks before his God, as was his custom since his early days. –Daniel 6:10. This caused him to be cast into a den of lions. But God demonstrated His great power and delivered him from the lions.

The blood covenant between God and Abraham is a prosperity covenant

When we enter into covenant with God, we bring nothing other than our sinful selves that are full of failures, bitterness and disappointments. But God, who is the owner of the whole world, He is willing to make covenant with us. Therefore we should know and embrace our identity in Christ so we can claim our part of the covenant and receive what He has provided for us.

Our covenant with God is a prosperity covenant, a covenant that gives to us blessings and wealth. God ordered the Israelites to obtain wealth and riches from the Egyptians so that they came out of Egypt not empty-handed but with abundant wealth.

God’s desire is for every believer to live in abundance. “…I have come that they may have life, and that they may have it in abundance” –John 10:10. On the other hand, the devil prefers us to be poor so we cannot do God’s work on earth. However, through Jesus Christ, we become God’s own peculiar possession, we become for Him a kingdom of priests and a holy nation, who is set apart and treated differently from other nations.

Just as Abraham trusted and put his faith in the promises of God, we too must know and embrace our identity in Christ and take full participation in our covenant with Him, so that no matter what challenges we face in life, we can emerge as more than a victor. Halellujah!!

Therefore it is of faith that it might be according to grace, so that the promise might be sure to all the seed, not only to those who are of the Law, but also to those who are of the faith of Abraham, who is the father of us all (As it is written, “I have made you a father of many nations” ) in the presence of Him whom he believed – God, who gives life to the dead and calls those things which do not exist as though they did; who, contrary to hope, in hope believed, so that he became the father of many nations, according to what was spoken, “So shall your descendants be.”
- Romans 4:16-18

Do you like this post?

Announcement

Be Our Partners

Visi Allah membutuhkan kerja sama dari banyak pihak. Kami percaya, perjanjian kemitraan (covenant partnership) dengan suatu pelayanan akan menghasilkan kuasa yang luar biasa. Aktifkan hukum Kemitraan ini dalam hidup Anda segera! Berpartner dengan kami.

blog comments powered by Disqus