Posted on Fri, 04 Dec 2009
Bahasa Indonesia

Roh Izebel

The Spirit Of Izebel

Roh Izebel

Allah telah berjanji memberikan kepada kita suatu warisan kekayaan yang luar biasa di dalam Kristus. Menyeberang sungai Yordan adalah awal dari perjalanan yang menggairahkan. Namun untuk merebut dan memiliki warisan kita di dalam Yesus Kristus kita harus mengerti empat hal pokok berdasarkan Roma 8:15-17 dan Roma 8:28-32, yaitu:

  1. Kita adalah anak Allah, bukan budak.
  2. Rindukan pribadi Roh Kudus berdiam dalam kita, bukan hanya datang mengunjungi sesekali saja.
  3. Janji-janji Allah, bahwa Allah akan memberikan kepada anak-anak-Nya segalanya.
  4. Tujuan dari rencana Allah.

Fokus dari ke empat pokok ini adalah karakter kita, bukan warisannya. Menjadi orang dengan karakter seperti yang Allah kehendaki dalam hidup ini, adalah jauh lebih penting dibandingkan warisan harta kekayaan-Nya di bumi.

Perjalanan dengan Tuhan

Dalam perjalanan dengan Tuhan, kita akan memasuki tingkatan yang lebih tinggi Tetapi yang penting adalah kita harus setia menanti waktu Tuhan untuk peningkatan-peningkatan terjadi. Jangan desak Tuhan! Jika kita setia dengan hal kecil, maka Tuhan akan tambahkan. Lukas 16:10.

Jangan kejar Tuhan untuk mempersingkat proses dan mempercepat waktu! Allah tidak dapat bekerja jika ada bentuk pencemaran apapun masuk dalam pelayanan maupun gereja Tuhan.

Dalam perjalanan mengambil warisan di tanah perjanjian, musuh tidak tinggal diam. Musuh mengirim berbagai serangan, di antaranya roh izebel ke dalam gereja Tuhan Yesus.

Seringkali orang mengartikan roh izebel sebagai roh seorang perempuan yang dominan. Bukan!  Roh izebel dapat bekerja pada laki-laki maupun perempuan. Roh ini berusaha menghancurkan pelayanan Tuhan dengan menyusup ke dalam pelayanan atau gereja Tuhan. Pengajaran ini akan menolong Anda mengenali cara kerja roh izebel dan bagaimana kita menelanjangi perbuatan iblis dan membongkar tipu dayanya.

Kecuali kita bersembunyi dalam perlindungan Yang Mahatinggi dan dalam naungan Yang Mahakuasa seperti dalam Mazmur 91, kita dapat dipengaruhi oleh roh jahat ini dan dipakai sebagai umpannya untuk menghancurkan pelayanan maupun gereja Tuhan.

Bentuk Ekspresi Roh Izebel

Alkitab menjelaskan kepada kita berbagai macam fungsi dan bentuk ekspresi dari roh izebel dalam kehidupan seseorang. Ada lima macam bentuk manifestasinya:

1. Penyembahan Berhala

Siapa pun atau apa pun yang mengambil tempat utama selain Allah dalam kehidupan seseorang sudah menjadi berhala bagi orang tersebut.

Firman Allah menjelaskan pada kita bahwa isteri raja Ahab yaitu Izebel yang memperkenalkan penyembahan berhala ke negeri Israel.

Penyembahan berhala di sini tidak saja mengenai penyembahan berhala pokok (dengan patung-patung), tetapi juga penyembahan berhala yang halus. Apa itu penyembahan berhala yang halus? Siapa pun atau apa pun yang mengambil tempat utama selain Allah dalam kehidupan seseorang sudah menjadi berhala bagi orang tersebut. Ini tidak terbatas pada barang-barang tetapi juga karir, hobby bahkan pelayanan. Ketika hal ini terjadi, maka pencemaran telah terjadi. Yesus bukan lagi Tuhan yang mutlak dalam kehidupan seseorang.

2. Pelumpuhan pelayanan profetik yang murni.

Roh ini akan menyerang, melumpuhkan bahkan menghancurkan pelayanan nabi yang murni dalam gereja lokal dengan tujuan membuat gereja lokal tersebut buta dan tuli terhadap segala rencana Allah bagi gereja itu.. Di kitab Raja-Raja, Izebel memelihara nabi-nabinya sendiri dan bahkan dia mencoba membunuh nabi Elia.

Kadang-kadang roh izebel dapat berfungsi dalam esensi karunia nubuat yang benar tetapi ada pencemaran. Seorang nabi palsu atau tidak, ditentukan dari buahnya, bukan dari tepat atau tidaknya nubuatan itu. Beberapa orang bisa sangat tepat nubuatannya, tetapi mereka tidak bisa mengalir dalam panggilan nabi Allah yang murni.

3. Intimidasi (Ketakutan)

Izebel mencoba membawa ketakutan yang besar kepada nabi Elia. Ketakutan ini dapat menjadi keputus-asaan dan kadang-kadang sampai taraf mau bunuh diri. Mereka menjadi begitu depresi sampai kehilangan kekuatan dalam segala aspek kehidupan.

4. Sihir

Roh izebel dapat bermanifestasi dalam bentuk sihir. Apa itu sihir? Sihir adalah mengontrol bahkan memaksa orang mengikuti kehendaknya. Sihir dapat sampai pada titik di mana Anda terintimidasi, sangat ketakutan dan Anda merasa harus menyerah. Orang yang disihir seperti dibutakan dalam mengikuti kehendak “penyihir”nya termasuk harus memberi uang.

1 Samuel 15:23 berkata: “Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung…..”

Kalau ada pengontrolan pasti ada unsur pemberontakan. Pemberontakan adalah dosa sihir! Di depan pemimpin, Anda mungkin bergaya manis dan sopan, tetapi hati Anda berontak. Di  belakang mereka Anda mencoba untuk memainkan pukulan Anda (rally your act) dan mencari kelompok pendukung Anda. Apa yang Anda lakukan ini adalah dosa di hadapan Tuhan! Sebab Allah melihat ke dalam hati.

Sihir bekerja dalam dimensi penyesatan, dominasi, pemberontakan. Roh penyesatan ini menipu Anda dengan orang itu berkata: “Saya bisa dan akan menjagai kamu. Saya akan lakukan ini buat kamu!”

Dalam dimensi penyesatan akan menimbulkan kesulitan bagi banyak orang untuk memperbaharui pikiran mereka dengan firman Allah sebab terjadi peperangan dalam pikiran kita. Musuh kita bekerja keras untuk menipu dan menyesatkan kita. Pada waktu kita disesatkan Anda akan mengalami kebingungan dan kekacauan dalam pikiran.

5. Imoralitas Seksual

Roh izebel juga bisa muncul dalam manifestasi:

  • imoralitas seksual
  • penyesatan
  • perpecahan keluarga
  • perceraian

Sampai ke taraf di mana kepemimpinan yang berasal dari Tuhan tidak dapat berfungsi karena ada dominasi.

Ini semua adalah ekspresi dari roh izebel. Anda menjadi terintimidasi atau merasa dikorbankan. Apa pun yang Anda lakukan atau ke mana Anda pergi Anda selalu dipermainkan atau dipersalahkan. Anda selalu jadi korban orang lain.

Kunci untuk Mematahkannya

Tuhan menyediakan kunci-kunci untuk mematahkan roh izebel.

Pertama, Anda perlu mengetahui posisi Anda dalam Kristus.

Roh izebel sangat mudah menyerang, jika ada “akar penolakan” dalam kehidupan kita yang datang dari kehidupan di masa lampau seperti:

  • Dianiaya dan dilecehkan, secara jasmani maupun verbal, baik oleh orangtua, keluarga atau otoritas lain.
  • Orangtua yang mendominasi

Akibatnya Anda cenderung menjadi pendiam sebab Anda takut disakiti lagi; suka menyendiri, merasa malu, merasa tidak mampu dan tidak layak. Anda tidak bisa break-out karena memiliki harga diri yang rendah. Anda tidak bisa melihat diri Anda di cermin dan berkata dengan berani dan yakin: “Aku adalah anak Allah!” Jika gembala atau pemimpin Anda tidak menyapa, Anda berpikir mereka tidak menyukai Anda lagi.

Ini semua timbul karena ada akar penolakan dalam diri Anda yang membuat Anda takut ditolak lagi dan bahkan Anda melihat diri sendiri tidak baik sehingga Anda menolak diri sendiri!

Perhatikanlah baik-baik akar-akar penolakan ini! Orang dengan akar penolakan bisa menjadi pengkritik. Sebelum orang lain mengkritik, dia akan mengkritik terlebih dahulu. Mereka juga bisa menjadi sangat menghakimi. Atau mau segala sesuatunya sempurna, perfeksionis. Penolakan juga membuat orang menjadi sangat agresif, kerja keras mencari uang, harus menjadi no.1 supaya orang menghormati dan menghargai dia. Dia mudah pahit. Waktu ada orang lain dipromosi atau ditetapkan dalam suatu jabatan, sementara dia tidak, dia merasa dirinya ditolak. Ia merasa tidak aman!!!!!!

Kita tidak dapat menipu Tuhan dengan segala macam motivasi hati yang tidak murni. Allah akan memberikan pada kita waktu untuk bertobat, tetapi jika waktunya habis, Dia akan menelanjangi semua motivasi busuk itu.

INTEGRITAS adalah apa kita, siapa kita dan apa yang kita lakukan pada waktu tidak ada orang yang melihat.

Dia dapat berbuat apa saja dengan merdeka karena tahu di mana Allah menempatkannya! Orang yang aman tidak membandingkan diri dengan orang lain; tidak bersaing dengan orang lain. Dia percaya bahwa sebagaimana dirinya, demikianlah Tuhan menerima dia. Semua orang pernah tertolak, tetapi Tuhan Yesus Kristus dapat menyembuhkan.

Karena itu sangat penting bagi Anda untuk benar-benar mengetahui posisi Anda di dalam Kristus. Bahwa Anda adalah anak-anak Allah, ahli waris bersama Kristus. Tidak perlu mencoba menjadi anak Allah. Kebenaran ini tidak akan bisa diubah. Terima saja panggilan yang Allah telah sediakan bagi Anda yaitu sebagai anak Allah!

Kedua, yang penting bukan warisannya, tetapi kita/Anda-nya.

Pada waktu kita menyeberang sungai Yordan, ada tingkatan komitmen yang lebih tinggi yang harus kita masuki. Yosua dapat meruntuhkan tembok kota Yerikho yang berbenteng dan sangat kuat, namun dia mengalami kekalahan di Ai hanya karena satu orang yaitu  Akhan yang serakah dan tamak. Gara-gara satu orang, Yosua dan umat Israel mengalami kekalahan total. Hadirat Allah meninggalkan Israel (baca Yosua 6 dan 7).

Marilah kita tidak menggunakan metoda dunia untuk masuk ke tempat yang Tuhan sediakan, karena Allah adalah Allah yang kudus, Allah akan menelanjangi semua siasat yang terselubung. Pada waktu kita menyeberang sungai Yordan, kita harus menyalibkan daging!!!!

Untuk mengklaim warisan Allah bagi kita, kita harus menjadi anak Allah dengan membawa rupa dan gambar Allah Bapa kita, artinya karakter Allah.. Jikalau Allah dapat membuat kita menjadi anak-Nya, Dia akan menjadikan kita pemenang, warisan akan datang, tetapi ini semua diawali dengan kesetiaan.

Yang penting adalah karakter kita, bukan warisannya. Menjadi orang dengan karakter seperti yang Allah kehendaki dalam hidup ini, adalah jauh lebih penting dibandingkan warisan harta kekayaan-Nya di bumi.

Promosi dari Tuhan

Daud setia menggembalakan 2-3 domba ayahnya. Kemudian ayahnya memerintahkan dia untuk pergi membawa roti dan keju bagi kakak-kakaknya yang sedang berperang bersama Saul melawan Filistin. Melalui kemenangan Daud atas Goliat, dia kemudian diangkat menjadi prajurit lalu komandan. Namun sekalipun Saul mencoba membunuh Daud, Daud berkata: “Aku akan melakukan yang benar di hadapan Allah”.

Kuasa dalam ke-Kristen-an adalah kuasa untuk melayani dan mengasihi, bukan kuasa untuk mengontrol atau mendominasi.

Yang penting bukanlah siapa yang salah atau benar, tetapi mengenai bagaimana Allah memimpin kita melalui proses pembentukan. Daud bisa berkata: “Aku tidak akan menjamah yang diurapi Tuhan”. Siapa pun yang mencoba menjamah orang yang diurapi Tuhan, Allah sendiri akan menelanjangi skemanya sebelum digenapi.

Mungkin Anda sedang bergumul dengan hal-hal penolakan dalam hidup Anda; atau Anda sedang bergumul dalam kejujuran di mulut Anda; atau ada amarah dalam kehidupan Anda; datanglah kepada otoritas di gereja Anda atau kepada pemimpin pelayanan Anda dan bicarakan dengan mereka. Bila tidak, maka Anda akan jatuh dalam pengaruh sihir dalam kehidupan Anda.

Akhirnya, kuasa dalam ke-Kristen-an adalah kuasa untuk melayani dan mengasihi, bukan kuasa untuk mengontrol atau mendominasi.

The spirit of Izebel: free yourself from the snare of a controlling spirit

God has promised to give to us a great inheritance of wealth in Christ. Crossing the Jordan river is only the start of our exciting journey with Him. However, in order to overcome and possess our inheritance in Jesus Christ we have to understand four main concepts which are based on Romans 8:15-17 and Romans 8:28-32:

  1. We are the children of God, not slaves.
  2. Desire the indwelling of the personality of the Holy Spirit in us, not only once-in- a-while visitations.
  3. The promises of God state that He will give everything to His children.
  4. The purpose of God’s plan.

The focus of these four ideas are our character, not the inheritance. Becoming a person with the character God desires for us in this life is much more important than His wealth and inheritance on earth.

Journey With God

In our journey with God, we will enter into a higher level. But it is important that we are faithful to wait for His time for increase to happen. Don’t push Him! If we are faithful with the little, God will increase us (Luke 16:10).

Do not pursue God to speed up the process and shorten the time! God cannot work if there is taint in any form entering His ministry or His Church.

In our journey to take our inheritance in the Promised Land, the enemy will not just stay put. The enemy sends many attacks, among them is the spirit of Izebel, into the church of Jesus Christ.

We often misinterpret the spirit of Izebel as the spirit of a dominant female. It is not true! The spirit of Izebel can manifest in males as well as females. This spirit strives to destroy God’s ministry by infiltrating the ministry or church of God. This teaching will help you identify the ways the spirit of Izebel works and how we can expose demonic works and unmask its trickery.

Unless we take cover under the protection of the Most High and abide under the shadow of the Almighty as described in Psalms 91, we can be vulnerable to being influenced by this demonic spirit and to being used as his bait to destroy the ministry and church of God.

The Forms of Manifestation Of The Spirit Of Izebel

The Bible explains to us the many types of functions and forms the spirit of Izebel can be manifested in the life of an individual. There are five types of manifestation forms:

Idolatry

Whoever or whatever occupies the first position in someone’s life other than God has become an idol to that person.

The Word of God tells us that it was Izebel, the wife of King Ahab who introduced idolatry to Israel.

Here idolatry does not only indicate the main type of idolatry (worshipping statues) but also refers to subtle idolatry. What is meant by subtle idolatry? Whoever or whatever occupies the first position in someone’s life other than God has become an idol to that person. This is not only applicable to things but also to careers, hobbies, even ministries. When this happens, tainting has occurred. Jesus is no longer the absolute God in one’s life.

Crippling of the pure prophetic ministry

This spirit will attack, cripple, and even destroy the pure ministry of prophets in the local church to make it blind and deaf to God’s purpose for it. In the Book of Kings, Izebel took care of his own prophets and he even tried to kill prophet Elijah.

Sometimes the spirit of Izebel can function in the true essence of the gift of prophecy but with some taint to it. Whether a prophet is a true prophet is determined from his fruit, not from the accuracy of his prophecies. Some people can prophesy very accurately but cannot flow in the pure calling of God’s prophet.

Intimidation (fear)

Izebel tried to bring great fear to prophet Elijah. This fear can turn into despair and even sometimes to the point of committing suicide. They become so depressed that they lose their strength in every aspect of life.

Witchcraft

The spirit of Izebel can manifest into the form of witchcraft. What is witchcraft? Witchcraft controls, even forces one to follow its will. Witchcraft can get to the point where you become intimidated, very fearful and you feel that you must surrender. People who are under witchcraft are like blinded to follow the will of the “witch” such as giving money.

1 Samuel 15:23 says that: “For rebellion is as the sin of witchcraft…”

If there is control there must be some form of rebellion. Rebellion is a sin of witchcraft! In front of your leader you may be sweet and polite, but there is rebellion in your heart. Behind them you try to rally your act and look for your group of supporters. What you are doing here is a sin to God! Because God looks inside one’s heart. Witchcraft operates in the dimension of deception, domination, rebellion. This spirit of deception cheats you by saying: “I can and will take care of you. I will do this for you!”

Being in the dimension of deception will cause many people to experience difficulties in renewing their mind with the Word of God because of the battle occuring in their mind. Our enemy works hard to cheat and deceive us. When we are being deceived we will experience confusion and chaos in the mind.

Sexual immorality

The spirit of Izebel can also appear and manifest in:

  1. sexual immorality
  2. deception
  3. family disintegration
  4. divorce

To the point where leadership from God cannot function due to the presence of domination.

All of these are expressions of the spirit of Izebel. You become intimidated or feel victimized. Whatever you do or whatever you go, you are always being tricked or blamed. You always become other people’s victim.

Keys To Break It

God provides us the keys to break the spirit of Izebel.

First, you have to know your position in Christ.

The spirit of Izebel can attack us very easily if there is the “root of rejection” in our life which can originate from our life in the past such as:

  • Having been mistreated or abused, physically or verbally, by parents, family or other authority figures.
  • Dominating parents.

As a result you tend to keep to yourself because you are afraid of being hurt again; you like to be alone, you feel ashamed, incapable and undeserving. You cannot break out because of your low self-esteem. You cannot look at yourself in the mirror and say boldly and confidently: “I am the child of God!” If your pastor or your leader does not greet you, you think that they do not like you anymore.

All of these appear because there is the root of rejection in your self that causes you to be afraid of being rejected again, and even you perceive yourself in such unfavorable light that you reject yourself!

Pay good attention to these roots of rejection! Those with roots of rejection can become severe critics. Before others criticize, he will criticize first. They can also be very judgmental. Or they demand everything to be perfect (perfectionist). Rejection also makes one to be very aggressive, works hard to earn money, has to become no.1 so others respects and values him. He is easily embittered. When others get a promotion or a new position while he does not, he feels that he is being rejected. He is a very insecure person!!!

INTEGRITY is what we are, who we are and what we do when there is no one watching.

We cannot deceive God by our impure motivations that are in our hearts. God will grant us time to repent, but when the time is up, He will expose all those rotten motivations.

But he who knows his position in Christ, he will be secure. He can do anything with freedom because he knows where God positions him! A secure person does not compare nor compete with others. He believes that God accepts him just as he is. Everyone has undergone rejection in their life, but Jesus Christ can heal them.

Therefore it is so important that you really understand your position in Christ. That you are the children of God, joint heirs together with Christ. You do not need to strive to become God’s children. This truth can never be altered. Accept the call that God has given you, that is as God’s children!

Secondly, the important thing is not the inheritance but us/you.

When we cross the Jordan river, we have to enter to a higher level of commitment. Joshua could demolish the great wall of Jericho which was fortified greatly, but he was defeated in the city of Ai because of only one person: Achan who was greedy and covetous. Just because of one person, Joshua and the Israelites experienced total defeat. God’s presence left Israel (read Joshua 6 and 7).

Let us not employ the world’s methods to enter the place God has provided for us, because God is a holy god. God will expose all veiled artifices. When we cross the Jordan river, we must lay our flesh on the cross!!!

To claim God’s inheritance for us, we must become God’s children by carrying in us the image and likeliness of God our Father, meaning the character of God. If God can make us His children, He will turn us into victors, inheritance will come to us, but all this begins with our faithfulness.

The important thing is our character, not the inheritance. Becoming a person possessing the character God desires for us in this life is much more important than His wealth and inheritance on earth.

Promotion From God

David was faithful in shepherding his father’s 2-3 sheep. Then his father ordered him to bring bread and cheese for his brothers who were in the battle with Saul against the Philistines. When he succeeded in killing Goliath, David was promoted to be officer and then commander. But although Saul tried to kill David, David said: “I will do what’s right in front of the Lord.”

...power in Christianity is the power to minister and to love, not the power to control or to dominate

What is important is not who is right or wrong, but how God leads us through the shaping process. David could say: “ I will not touch one who is anointed by God”. Whoever tries to touch one who is anointed by God, God Himself will expose his scheme before it can manifest.

Perhaps you are now struggling with rejection in your life; or you are struggling with honesty in your talk; or there is anger in your life; come to the authority in your church or to the leader of your ministry and talk it over with them. If not, you will vulnerable to the influence of witchcraft in your life.

Finally, power in Christianity is the power to minister and to love, not the power to control or to dominate.

Do you like this post?

Announcement

Be Our Partners

Visi Allah membutuhkan kerja sama dari banyak pihak. Kami percaya, perjanjian kemitraan (covenant partnership) dengan suatu pelayanan akan menghasilkan kuasa yang luar biasa. Aktifkan hukum Kemitraan ini dalam hidup Anda segera! Berpartner dengan kami.

blog comments powered by Disqus