Posted on Wed, 23 Mar 2011
Bahasa Indonesia

Aku dan Ayahku

Aku dan Ayahku

Written by Nieke Indrietta

Ayahku menelpon. “Papa dan Mama lagi di Jogja. Senin kami pulang, dengan kereta," ujarnya.

Hm... sayangnya aku tidak bisa cuti karena baru saja di-rolling dari kantor koran ke kantor majalah. Atasan baru, rekan kerja baru, tanggung jawab baru. Untung, ayahku memahaminya.

Dia berulang tahun. Tadinya aku hendak membuat kejutan, mau diam-diam ke Surabaya dengan kereta malam. Tiba di sana pagi hari, lalu muncul di teras rumah bawa kue tart. Skenario yang sama aku mainkan tahun lalu saat ulang tahun ibuku. Pagi-pagi aku muncul di pintu dapur saat dia sedang masak. Ah... batal sudah rencana itu.

Kalau aku pulang, ayahku menanyakan dengan detail, naik apa, berangkat dan tiba jam berapa. Terakhir aku pulang dengan kereta. Pukul setengah delapan kuda besi itu memasuki Stasiun Pasar Turi Surabaya. Dia sudah ada di antara kerumunan orang yang menunggu.

Dia menyambutku, mencium keningku, lalu merengkuhku dalam pelukannya. "Bagaimana perjalananmu, nak?" tanyanya. Lalu dia membawakan ranselku yang lebih besar daripada tubuhku yang mungil.

Aku dan ayahku punya banyak kesamaan. Sama-sama suka nonton berita. Sama-sama suka menjajal tempat makan baru. Sama-sama suka membaca. Penikmat buku, dari ensiklopedia hingga biografi. Mengomentari politik. Membincangkan ekonomi. Dia sering mengamati tulisanku di koran.

Dulu, ketika aku menjadi penyiar, dia selalu mendengarkanku siaran dan memberi masukan. Kalau aku siaran jam lima pagi, jam empat pagi dia antar aku ke studio. Jika aku siaran hingga tengah malam, dia menjemputku. Kadang kami gantian menyetir mobil.

Hmm......kalian tentu berpikir..... mesra sekali hubungan ayah dan anak ini.

Tidak selamanya seperti ini. Menginjak usia remaja, hubungan ini diwarnai dengan pertengkaran demi pertengkaran. Sekian tahun lalu, aku membencinya. Aku melontarkan kata-kata kasar padanya. Aku membencinya karena dia meninggalkanku di saat-saat usia remajaku. Dia meninggalkan keluargaku. Hatiku menjadi sekeras batu dan sinis memandang kehidupan. Aku menjadi pengembara, berkelana hingga tiba di Jogja.

Di sanalah, Dia menemukanku. Hati yang hancur berkeping, Dia ubah menjadi baru. Hati yang lembut. Dia memberi kehidupan baru.

Lalu, ayahku kembali, tak memiliki apapun. Aku punya kesempatan balas dendam atas semua kelakukannya padaku dan keluargaku. Tapi aku juga punya pilihan untuk memberinya kesempatan memperbaiki segalanya. Bukankah Tuhan pun memberikan kesempatan padaku untuk memperbaiki kehidupanku? Jika Tuhan saja memberiku kesempatan, aku pun mau memberi kesempatan pada ayahku.

Semuanya berawal dari pengampunan. Berdamai dengan-Nya, berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan orang-orang yang melukai hati dan mengoyak kehidupan. Cuma perlu hati yang mengampuni. Ketika kita mulai mengampuni, Tuhan mengerjakan bagian yang kita tidak bisa kerjakan.

Suatu pagi, dini hari, dia menelponku. Hanya untuk mengatakan dia menyayangiku. Aku hanya bisa sesenggukan dan bertelut. Tanpa bisa mengurai kata di hadapan-Nya. Tuhan tak pernah bekerja setengah-setengah. Dia memulihkan hubungan kami.

Kuraih telpon genggamku. "Selamat ulang tahun, Pa. Aku sayang Papa."

I love You too, my Father in Heaven...

***

Sementara suara Brooke Ligertwood - Hillsong berkumandang:

"You gave me hope, You made me whole. At the cross, You took my place. You showed me grace. At the cross, where You died for me. And His glory appears. Like the light from sun. Age to age He shines. Look to the skies. Hear the angels cry. Singing holy is the Lord

Apakah Anda juga ingin punya hubungan yang dipulihkan dengan keluarga Anda? Dapatkan seri pengajaran Fred Stoeker dalam "City Family Retreat" yang pasti akan menolong Anda memiliki pemulihan dalam keluarga Anda.

Hubungi 021-2555 4646 dengan Ibu Agoestine atau sdri. Marlin

Do you like this story?

Announcement

Be Our Partners

Visi Allah membutuhkan kerja sama dari banyak pihak. Kami percaya, perjanjian kemitraan (covenant partnership) dengan suatu pelayanan akan menghasilkan kuasa yang luar biasa. Aktifkan hukum Kemitraan ini dalam hidup Anda segera! Berpartner dengan kami.

blog comments powered by Disqus