Hari Kemerdekaan masih terdengar gaungnya. Beberapa tempat menyemarakkannya dengan lomba makan kerupuk, tarik tambang, masak dan lomba lainnya. Semuanya untuk memeriahkan hari bangsa Indonesia, 65 tahun lepas dari penjajahan dan berdiri di atas kaki sendiri.
Hari Kemerdekaan tentu punya makna berbeda di dalam hati setiap orang. Buat nenek saya yang masih merasakan zaman penjajahan Belanda di Indonesia, tentu kenangan akan belenggu penjajah masih membekas. Kakek saya, baik dari pihak Ayah dan Ibu, keduanya adalah tentara. Semasa mereka hidup, cerita-cerita perjuangan menjadi santapan sehari-hari di masa kecil saya.
Generasi masa kini, saya yakin punya makna berbeda tentang Hari Kemerdekaan. Kemerdekaan itu tak sekedar berjuang dan lepas secara fisik dari penjajahan. Tiap orang bisa punya makna “kemerdekaan" yang berbeda. Buat saya merdeka adalah:
Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.
Merdeka itu kalau kita sadar bahwa hidup kita diperbudak, diintimidasi, lalu berjuang keluar dari situ, meraih hak-hak kita.
Merdeka itu dimulai dari pembebasan pikiran.
Merdeka itu ketika semua orang memperoleh haknya untuk mengakses pendidikan.
Merdeka itu ketika kemiskinan tak lagi menjadi bagian dari kehidupan kita.
Merdeka itu ketika tak ada diskriminasi suku dan agama di muka bumi.
Merdeka itu ketika tak ada belenggu dalam kehidupan kita. Pun masa lalu buruk tak bisa menjerat kita.
Merdeka itu hidup bebas dari luka hati.
Merdeka itu hidup tanpa rasa takut.
Merdeka itu ketika kita menerima diri apa adanya dan menyayangi diri kita.
Merdeka itu ketika kita tidak tertekan ketika menyatakan isi hati dan pikiran kita.
Merdeka itu ketika kita menyadari bahwa dirimu itu berharga, unik, spesial. Kita TIDAK PERLU jadi orang lain.
Merdeka itu ketika perempuan menyadari kedudukannya sederajat dan setara dengan laki-laki. Perempuan adalah mitra kerja laki-laki.
Merdeka itu ketika wawasan kita semakin luas, kita semakin tahu tentang kehidupan.
Merdeka itu adalah kehidupan yang baru. Bayangan masa lalu dan kegagalan tak bisa menghakimi kita.
Merdeka itu ketika kita – kaum muda – tidak hidup terbelenggu hawa nafsu. Menjaga kekudusan dan tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah.
Merdeka itu ketika kita tidak terpengaruh lingkungan sekitar tentang hal-hal negatif. Justru kita mempengaruhi lingkungan sekitar kita dengan hal-hal yang baik. Kita menjadi garam dan terang.
Merdeka itu ketika kita “say no to drugs.”
Merdeka itu ketika kita membuat pilihan-pilihan yang benar dengan bebas, tanpa terintimidasi.
Merdeka itu ketika kita tidak takut menjadi lajang, karena kita memiliki standar tinggi mengenai hubungan dengan lawan jenis.
Merdeka itu ketika kita menikmati kehidupan kita sebagai lajang, tidak tertekan, dan melakukan visi yang Tuhan taruh dalam hati kita. Menjalani destinasi kehidupan kita.
Merdeka itu ketika kita berani berdiri dengan teguh di kaki kita dan meraih mimpi-mimpi kita.
Dan semua kemerdekaan itu, berawal dari kita terlebih dahulu dimerdekakan oleh Kristus, yang telah menebus kita dari segala belenggu dosa, sakit penyakit, maut dan masa lalu.
Apa makna merdeka buatmu?
Written by: NI











.jpg)


