Aku sedang menikmati low-fat yogurt dengan 3 topping favoritku saat gadis kecil itu lewat di sampingku. Ada sesuatu dalam dirinya yang menarik perhatianku saat itu juga. Aku pandangi sosok mungil itu dan...itu dia... Gadis kecil ini mengenakan pink tank-top (semacam singlet...huh?) dengan rok mini bermotif bunga-bunga, rambutnya terurai dan... selop berwarna silver yang ada hak-nya. Ah...begitu mungil, imut...namun dewasa.
Aku tidak dapat menghapus gambaran si 'tante mungil' itu dari benakku. Gambar itu ter-file rapi dalam memory bank otakku.
Saat aku melakukan research, inilah yang kutemukan:
Majalah TIME melaporkan bahwa penjualan celana dalam untuk gadis-gadis berusia 7-12 tahun naik menjadi $ 1,6 juta di tahun 2003 dan tren ini berlanjut bersamaan dengan tren fashion lainnya untuk gadis-gadis kecil. Pertimbangkan temuan berikut hasil studi selama 2 tahun dari American Psycological Association (APA) untuk seksualitas dari anak-anak perempuan. Laporan dari APA menunjukkan bahwa lirik-lirik musik, konten internet, video games dan pakaian saat ini sedang menargetkan anak-anak perempuan di usia dini. Konten marketing ini kemudian terhubung dengan munculnya [eating disorder], keminderan dan depresi. Ironisnya, seksualisasi yang disajikan pada anak2 perempuan ini memiliki "konsekuansi negatif terhadap anak-anak perempuan." Dengan pengalaman seksualitas yang terlampau dini, mereka sesungguhnya telah kehilangan kemampuan untuk mengalaminya dengan cara yang sehat di saat dewasa nanti.
Majalah TIME melaporkan bahwa penjualan celana dalam untuk gadis-gadis berusia 7-12 tahun naik menjadi $ 1,6 juta di tahun 2003 dan tren ini berlanjut bersamaan dengan tren fashion lainnya untuk gadis-gadis kecil.
Sebenarnya ini bukanlah hal yang baru, atau mungkin aku telah terhilang di gunung sehingga tidak tahu lagi apa tren masa kini. Kalian dapat saja menjelah di internet dan menemukan balita dengan sepatu hak tinggi, bahkan si Suri Cruise yang terkenal itu, dengan nyaman berjalan di samping maminya dengan sepatu hak-nya.
Keprihatinanku adalah, sebagaimana media dan industri fashion membombardir anak-anak kita dengan segala macam produk yang bisa mereka jual, kita akan mulai kehilangan masa kecil mereka yang polos. Kita telah membangunkan sesuatu dalam diri gadis-gadis mungil ini yang belum waktunya untuk muncul. Kita telah memperkenalkan pada mereka suatu dunia yang kemudian akan merenggut keinginan-keinginan mereka.
Seorang kawanku selalu mengajak gadis mungilnya untuk menemani dia shopping, pijat kaki dan ke beraneka ragam tempat spa.Tidak lama, dia melihat bahwa si gadis kecil ini mulai melakukan hal yang sama, menyukai dan mengenakan pakaian yang modelnya sama dengan dia. Lalu dia bertanya...kog bisa ya? Ampun deh.... :(
Nasehat dari Dennis Rainey terngiang terus:
Semakin dini seorang gadis belajar [modesty] semakin baik. Adalah hal yang sulit bagi gadis-gadis remaja untuk berpakaian agak tertutup bila mereka tidak terlatih untuk berpakaian [sopan?] semenjak usia dini, apalagi dengan kultur yang terus menerus mendorong para wanita untuk mempertontonkan tubuh mereka. Ambil saja contohnya, pakaian renang. Bila Anda mengijinkan putrimu untuk mengenakan bikini saat dia berusia 4 tahun, Anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengganti pakaian renangnya ke model yang [one piece] di saat dia nanti berusia 14 tahun dengan tubuh yang sudah mulai berkembang.
Jadi... kembali pada image si 'tante mungil' itu, ijinkan gadis-gadis kecil ini bertumbuh sesuai dengan kepolosan mereka
Written by ECN











.jpg)


